home Kesehatan Kualitas Udara Buruk, Masker Mana Yang Sebaiknya Dipakai

Kualitas Udara Buruk, Masker Mana Yang Sebaiknya Dipakai

Seperti yang diketahui di berita-berita media massa, kualitas udara di Jakarta menjadi yang terburuk kedua di dunia. Kualitas udara di Jakarta terukur dalam kategori sangat tidak sehat. Banyak sekali faktor yang penyebab masalah kualitas udara ini.  Mulai dari gas buang kendaraan hingga karena limbah industri.

Untuk mencegah berbagai penyakit menyerang, salah satu antisipasinya adalah dengan menggunakan masker. Ada beberapa jenis masker yang tersedia di pasaran. Sebagai informasi, berbeda tingkat polusi udara maka berbeda pula masker yang harus digunakan. Jadi, agar benar-benar maksimal, tentu pemilihan masker menjadi hal yang tidak bisa disepelekan. Berikut beberapa jenis masker tersebut.

Masker Polusi Sport

Masker ini dilengkapi dengan fitur elektrostatis filter yang bisa diganti-ganti. Masker ini diklaim bisa menyerap 95% PM (Particulate Matter atau partikel kotor) hingga menjadi 0.3 mikron. Selain itu juga memiliki resistensi pernafasan yang lebih rendah. Sehingga, masker ini cocok untuk anda yang ingin berolahraga di luar ruangan, namun dengan kondisi udara yang buruk.

Harga masker sport ini sekitar Rp 300.000 namun yang paling mahal dengan fitur lengkap khusus untuk profesional bisa mencapai Rp 1 juta.

Masker Respolayer

Masker Respolayer seperti namanya memiliki fitur lapisan aktif respo yang mampu menetralkan gas beracun tingkat rendah, seperti nitrogen dan sulfur dioksida. Selain itu juga mampu memfilter udara dengan kadar PM sebesar 2.5.

Harga masker respolayer dipasaran atau toko online biasanya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

Masker N95

Masker N95 merupakan masker yang biasa dipakai saat kondisi dilanda wabah virus seperti virus corona. Masker ini diklaim mampu memfilter partikel udara hingga 95% dan partikel sebesar 0.3 mikron yang merupakan ukuran umum dari sebuah virus.

Masker ini dilengkapi dengan lapisan serat mikro, filter karbon, dan dua katup untuk pernafasan yang mampu mengurangi paparan gas berbahaya. Dengan bentuknya yang fleksibel, masker ini bisa dibentuk sesuai bentuk hidung, sehingga tidak ada celah di sekitar pernafasan.

Selain itu masker ini bisa dipakai untuk beberapa kali dan dipergunakan kembali, namun tidak lebih dari 5 kali. Harga dipasaran rata-rata sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu untuk fungsi yang lebih lengkap. Sayangnya, bagi penderita asma tidak disarankan menggunakan masker ini. Sebab dengan filternya itu, membuat kesulitan dalam bernafas.